Agustus 25, 2008 at 12:34 pm (Artikel Umum)

Korupsi sudah menjadi penyakit kronis dalam tubuh Indonesia. Banyak pihak menyadari sebab maupun akibat yang timbul akibat perilaku tidak bertanggungjawab dari segolongan elite pemimpin hingga warga negara biasa yang memiliki kesempatan melakukannya.

Setelah sekian lama reformasi berproses di Indonesia, belum terlihat upaya yang benar-benar serius untuk membebaskan Indonesia dari korupsi. Untuk mengingatkan kepada seluruh elemen bangsa Indonesia, Koalisi Penyelamatan Bangsa (Kopebang) menggelar Apel Berantas Korupsi di lapangan Monumen Nasional (Monas) bersamaan dengan peringatan Hari Pahlawan, pada 10 November 2006 lalu. Apel dihadiri berbagai tokoh nasional antara lain Hidayat Nurwahid, Sholahuddin Wahid, Syafi’i Maarif, Sholihin GP, serta berbagai organisasi masyarakat.

Dalam sambutannya berbagai tokoh tersebut mengingatkan kepada Presiden SBY memperjelas perjuangannya melawan korupsi di Indonesia. “Presiden SBY pernah berjanji akan memimpin sendiri pemberantasan korupsi. Namun sam-ai saat ini belum ada perang itu. Yang ada baru pertempuran-pertempuran sporadis, “ kata Sholahuddin Wahid.

Senada dengan Sholahuddin, Hidayat Nurwahid dalam sambutannya juga mengingatkan kepada KPK agar tidak maju mundur dalam memberantas korupsi. “Korupsi adalah akar kesengsaraan bangsa. Korupsi tidak kalah jahat dengan aksi-aksi terorisme yang kini sering terjadi. Untuk itu diperlukan adalah aksi. KPK jangan maju mundur,” ungkap Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat ini.

Nurwahid mengakui adanya kemajuan dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Namun semua hasil yang dicapai masih jauh dari harapan. Untuk itu Nurwahid juga menyerukan agar rakyat berani melapor kepada pihak berwajib apabila menemukan kasus korupsi. “Ada Undang-undang Perlindungan Saksi. Tidak usah takut. Semua tokoh yang hadir di sini juga mendukung, “ tegas Nurwahid.

Tokoh-tokoh lain seperti Syafii Maarif dan Sholihin GP yang memberikan sambutan juga menyerukan hal senada. Pada intinya mereka menagih janji pemerintah, Presiden SBY khususnya, agar lebih serius memberantas korupsi.

Acara yang dimulai pada pukul 14.00 ini berjalan lancar. Meski terik matahari menyengat, namun sekitar seribuan massa yang hadir tidak kendur semangatnya untuk meneriakkan yel-yel anti korupsi. Berbagai organisasi massa yang hadir antara lain PGRI Jawa Barat, Persatuan Pedagang Pasar, Masyarakat Nelayan, Ikatan Remaja Muhammadiyah, Perti, Maarif Institute, dan lain-lain.

Acara ditutup dengan penyerahan naskah Deklarasi Anti Korupsi oleh Hariadi Darmawan dari perwakilan Kopebang kepada Hidayat Nurwahid. (ys)

Tulis sebuah Komentar