Virus Influenza Bisa Bertahan Puluhan Tahun
August 20, 2008
Virus influenza bisa bertahan hidup selama beberapa dekade dan bisa lebih lama lagi bila berada dalam danau yang beku. Virus ini sewaktu-waktu bisa muncul lagi serta menginfeksi manusia dan binatang dengan burung sebagai perantaranya. Demikian disampaikan oleh para peneliti dalam Jurnal of Virology, Selasa (28/11)
Virus yang mengalami pembekuan ini bisa menjadi sumber epidemi baru dan memakan korban setelah sekian lama tidak terdeteksi keberadaannya. Danau-danau yang menyimpan virus tersebut terdapat di sepanjang jalur migrasi burung-burung yang terbang ke Asia, Amerika Utara, Eropa, dan Afrika. “Kami menemukan RNA virus di dalam es Siberia dan sepanjang jalur utama migrasi burung air,” kata Dr Scott Rogers dari Bowling Green Universitas Ohio.
Perpindahan burung dianggap sebagai penyebar virus, sebagaimana virus flu burung H5N1 yang tersebar di Asia, melintasi Eropa dan Afrika. Saat ini lebih dari 50 negara sedang berusaha memerangi virus yang telah menginfeksi 258 orang dan menewaskan 153 orang sejak tahun 2004.
Para ahli menguatirkan virus ini bermutasi ke dalam bentuk baru yang semakin mudah menyerang manusia dan menyebabkan pandemi. Tercatat tiga kali pandemi dalam satu abad terakhir, salah satunya adalah yang terjadi tahun 1918-1919 yang memakan korban antara 40 – hingga 100 juta orang di seluruh dunia.
Pandemi ini disebabkan oleh virus H1N1, virus turunan yang masih ada dan menularkan penyakit hingga kini. Virus dalam bentuk asal telah ditemukan dalam tubuh korban yang beku di Alaska.
(ys – disadur dari Health and Science Editor/yahoo.com)
Korupsi sudah menjadi penyakit kronis dalam tubuh Indonesia. Banyak pihak menyadari sebab maupun akibat yang timbul akibat perilaku tidak bertanggungjawab dari segolongan elite pemimpin hingga warga negara biasa yang memiliki kesempatan melakukannya.
Setelah sekian lama reformasi berproses di Indonesia, belum terlihat upaya yang benar-benar serius untuk membebaskan Indonesia dari korupsi. Untuk mengingatkan kepada seluruh elemen bangsa Indonesia, Koalisi Penyelamatan Bangsa (Kopebang) menggelar Apel Berantas Korupsi di lapangan Monumen Nasional (Monas) bersamaan dengan peringatan Hari Pahlawan, pada 10 November 2006 lalu. Apel dihadiri berbagai tokoh nasional antara lain Hidayat Nurwahid, Sholahuddin Wahid, Syafi’i Maarif, Sholihin GP, serta berbagai organisasi masyarakat.
Dalam sambutannya berbagai tokoh tersebut mengingatkan kepada Presiden SBY memperjelas perjuangannya melawan korupsi di Indonesia. “Presiden SBY pernah berjanji akan memimpin sendiri pemberantasan korupsi. Namun sam-ai saat ini belum ada perang itu. Yang ada baru pertempuran-pertempuran sporadis, “ kata Sholahuddin Wahid.
Senada dengan Sholahuddin, Hidayat Nurwahid dalam sambutannya juga mengingatkan kepada KPK agar tidak maju mundur dalam memberantas korupsi. “Korupsi adalah akar kesengsaraan bangsa. Korupsi tidak kalah jahat dengan aksi-aksi terorisme yang kini sering terjadi. Untuk itu diperlukan adalah aksi. KPK jangan maju mundur,” ungkap Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat ini.
Nurwahid mengakui adanya kemajuan dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Namun semua hasil yang dicapai masih jauh dari harapan. Untuk itu Nurwahid juga menyerukan agar rakyat berani melapor kepada pihak berwajib apabila menemukan kasus korupsi. “Ada Undang-undang Perlindungan Saksi. Tidak usah takut. Semua tokoh yang hadir di sini juga mendukung, “ tegas Nurwahid.
Tokoh-tokoh lain seperti Syafii Maarif dan Sholihin GP yang memberikan sambutan juga menyerukan hal senada. Pada intinya mereka menagih janji pemerintah, Presiden SBY khususnya, agar lebih serius memberantas korupsi.
Acara yang dimulai pada pukul 14.00 ini berjalan lancar. Meski terik matahari menyengat, namun sekitar seribuan massa yang hadir tidak kendur semangatnya untuk meneriakkan yel-yel anti korupsi. Berbagai organisasi massa yang hadir antara lain PGRI Jawa Barat, Persatuan Pedagang Pasar, Masyarakat Nelayan, Ikatan Remaja Muhammadiyah, Perti, Maarif Institute, dan lain-lain.
Acara ditutup dengan penyerahan naskah Deklarasi Anti Korupsi oleh Hariadi Darmawan dari perwakilan Kopebang kepada Hidayat Nurwahid. (ys)
Mbah Maridjan Lepas Pemudik Gratis
August 20, 2008
Mudik gratis yang diselenggarakan berbagai perusahaan akan dimulai hari Rabu (18/10) ini. PT Sido Muncul misalnya, mengerahkan 250 bus untuk memberangkatkan 12.500 orang, sedang PT Gudang Garam menyewa 180 bus, dan Bank BNI ‘46 memberangkatkan 100 bus untuk mudik para karyawannya. Beberapa perusahaan lainnya juga tidak ketinggalan menyediakan fasilitas gratis ini, sebagian buat karyawan perusahaan, sebagian perusahaan menyediakan untuk pelanggannya.
Untuk meramaikan acara mudik ini PT Sido Muncul mendatangakan Mbah Maridjan, juru kunci Gunung Merapi, untuk melepas para pemudik dari Arena PRJ Kemayoran. Perusahaan lain yang juga menyediakan angkutan mudik gratis antara lain: PT Gudang Garam, PT Bentoel, PT Indofood, PT Nikomas. Tidak kurang dari 753 armada disewa oleh perusahaan-perusahaa ini.
Perusahaan penyedia armada antara lain Hiba Utama, Mayasari Bhakti, Perum Damri dan beberapa perusahaan otobus lain. Daerah tujuan mudik gratis kebanyakan merupakan kota-kota di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Lampung. (ys – disadur dari KompasCyber/Warta Kota)
Ayo Tanam “Sejuta Pohon”
August 20, 2008
Ajakan untuk memelihara lingkungan dengan menanam pohon banyak kini semakin banyak dilakukan oleh berbagai pihak. Salah satunya adalah yang dilakukan oleh Ujung Kulon Conservation Society (UCS) dalam konferensi pers mengenai peluncuran program “Ayo Tanam Sejuta Pohon” di Planet Hollywood Jakarta, Jumat (13/10).
Tujuan dari program ini adalah menciptakan suatu sistem yang memberdayakan masyarakat, pengusaha, dan Taman Nasional Ujung Kulon dalam menjaga kelestarian dan keseimbangan antara manusia dengan alam.
“Kami berharap adanya kesadaran dari diri pribadi bukan hanya mengharap pada pemerintah tentang pentingnya penanaman pohon. Pentingnya lagi, di sana ada warisan dunia yang begitu berharga, yakni Badak bercula satu yang kini hanya tinggal 60 ekor saja di dunia,” ujar Budi Hartono, Vice President Community Develeopment UCS
Dalam kesempatan itu dikemukakan pentingnya menanam pohon karena sebuah pohon saja bisa menghasilkan satu kilogram oksigen per hari. Jumlah ini bisa memenuhi kebutuhan oksigen dua orang setiap hari.
Tidak hanya menekankan pentingnya menanam pohon, lembaga swadaya masyarakat yang digagas oleh Marzuki Usman dan Christian Pb Halim ini juga turut mengajak masyarakat, lembaga atau badan perusahaan untuk berpartisipasi bersama untuk mewujudkan “Keep Indonesia Green”.
“Saya sangat setuju dengan slogan dari UCS ”No Forest-No Future.” Penting untuk diperhatikan oleh generasi sekarang, karena tidak ada masa depan jika tidak ada hutan” komentar Agum Gumelar yang turut hadir sebagai anggota kehormatan UCS.
Selain dihadiri Agum Gumelar, nampak hadir Marissa Haque yang datang sebagai duta dari World Wide Fun (WWF). (Ijul)
