Agustus 25, 2008 at 12:09 pm (Musik)

Menyimak Musik Caranya?

Posted by mikebm in Art, Music, Opinion.
Tags: ,
trackback

Sudah cukup lama blog ini mengulas musik dalam keseriusannya, berkutat dalam dunianya sendiri, sekarang mari kita coba mengupas bagaimana cara yang paling enak dalam menyimak sebuah karya musik secara langsung atau live. Sebuah pertanyaan mendasar namun tidak pernah mudah dilakukan.

Menyimak musik adalah suatu kegiatan yang sepertinya remeh, tapi untuk mendapatkan suatu hasil yang optimal kegiatan remeh pun harus dilakukan sungguh-sungguh.

Segala hal yang dilakukan sungguh-sungguh harus bermula dari sebuah persiapan. Karenanya menyimak juga membutuhkan kesiapan baik fisik, mental maupun intelektual yang baik dan sesuai.

Untuk menyimak musik jelas kesiapan fisik harus diperjuangkan, apalagi menyimak secara langsung. Adalah baik apabila Anda dalam keadaan sehat ketika ingin menyimak dan mendengarkan musik. Adalah sangat sulit berkonsentrasi apabila Anda terserang kantuk ataupun sakit kepala, selain kesiapan indera auditorik Anda. Karenanya persiapkan kondisi tubuh sebaiknya.

Pastikan juga mental Anda siap menerima hantaman musik. Jangan sampai mental Anda yang kalah karena secara psikis Anda tidak kuat menerima eksposur musik selama beberapa waktu.

Supaya Anda dapat mencapai kesiapan mental tersebut, kesiapan intelektual juga sangat dibutuhkan. Hal yang dapat dilakukan untuk memuaskan sisi intelektual Anda adalah dengan meriset musik yang akan Anda nikmati.

Googlelah musik yang akan Anda dengar, cari tahu siapa komposernya, latar belakang karyanya, dan hubungannya dengan fase hidup si komposer itu ataupun era masyarakat ketika itu. Bahkan penampil pun bisa Anda ketahui seluk-beluknya melalui mesin ini.

Apabila Anda mendapat kesempatan untuk menengok partitur dari karya ini, tengoklah barang sesaat. Anda akan mengetahui secara lebih mendetail apa yang disampaikan komposer melalui simbol-simbol di atas kertas yang mereka tulis.

Lagi-lagi internet memudahkan akses kita pada rekaman audio maupun video dari suatu karya. Akseslah, dan kalau bisa lebih dari satu buah. Cara ini akan memperkaya gambaran dan pengertian Anda terhadap cara maupun pendekatan banyak orang akan suatu karya. Pelajari sebisa mungkin dan dari sana bekali intelektualitas dan mental Anda akan karya yang akan dipersembahkan.

Ya, ini yang mungkin cukup mengagetkan, ketika Anda memasuki ruang pagelaran, lupakanlah semua yang sudah Anda pelajari dan ketahui tersebut. Bawalah masuk hati dan telinga Anda saja. Sedapat mungkin taruhlah beban intelektual dan ekspektasi Anda di depan pintu. Mengapa?

Karena untuk menyimak musik, Anda harus merasakan setiap getar yang ada. Intelektual dan ekspektasi kita minimalkan untuk memaksimalkan indera kita untuk menerima ungkapan yang akan mereka sampaikan melalui nada-nada. Anda hidup untuk saat ini, nikmatilah.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa distorsi dari interpretasi sebelumnya yang telah Anda temui tidak terlalu besar, walaupun tidak akan 100% hilang. Demikian Anda bukannya merasa aneh atau gusar ketika mendengar ada approach yang berbeda untuk suatu bagian, tapi Anda akan menggali diri sendiri, mengapa ia melakukan itu dan saya merasakan ini. Masuk akalkah dia memilih untuk memakai pendekatan itu?

Tapi selalu pastikan bahwa Anda tidak terlalu banyak menerawang sehingga melupakan apa yang sedang terjadi. Seringkali kita terlalu sibuk menerawang sampai melewatkan begitu saja momen indah yang terjadi.

Namun yang pasti, bukalah hati. Rasakan setiap denyut suara yang masuk ke dalam tubuh Anda. Nikmati setiap saatnya. Anda hidup pada saat itu, biarkan hati Anda nikmati setiap detiknya. Biarkan hati mendapatkan suasana baru dari alunan suara yang ada.

Seperti ketika Anda ingin memakan dan menikmati ikan bakar. Anda sudah mencari tahu persoalan ikan, ikan hidup di air, punya sisik, dagingnya putih. Bagaimana cara membakar dan bumbu apa saja yang dipakai untuk memasak ikan itu. Tapi untuk merasakan ikan bakar tersebut, Anda harus melupakan latar belakang ikan tersebut dan mulai mencicipinya, hanya dari sanalah Anda tahu rasa ikan bakar tersebut.

sumber : http://www.samuelchristiantjahyadi.co.nr/

Permalink 1 Komentar

Agustus 25, 2008 at 12:06 pm (Musik)

“Gamelan”, versi aslinya ada di sini

Gamelan jelas bukan musik yang asing. Popularitasnya telah merambah berbagai benua dan telah memunculkan paduan musik baru jazz-gamelan, melahirkan institusi sebagai ruang belajar dan ekspresi musik gamelan, hingga menghasilkan pemusik gamelan ternama. Pagelaran musik gamelan kini bisa dinikmati di berbagai belahan dunia, namun Yogyakarta adalah tempat yang paling tepat untuk menikmati gamelan karena di kota inilah anda bisa menikmati versi aslinya.

Gamelan yang berkembang di Yogyakarta adalah Gamelan Jawa, sebuah bentuk gamelan yang berbeda dengan Gamelan Bali ataupun Gamelan Sunda. Gamelan Jawa memiliki nada yang lebih lembut dan slow, berbeda dengan Gamelan Bali yang rancak dan Gamelan Sunda yang sangat mendayu-dayu dan didominasi suara seruling. Perbedaan itu wajar, karena Jawa memiliki pandangan hidup tersendiri yang diungkapkan dalam irama musik gamelannya.

Pandangan hidup Jawa yang diungkapkan dalam musik gamelannya adalah keselarasan kehidupan jasmani dan rohani, keselarasan dalam berbicara dan bertindak sehingga tidak memunculkan ekspresi yang meledak-ledak serta mewujudkan toleransi antar sesama. Wujud nyata dalam musiknya adalah tarikan tali rebab yang sedang, paduan seimbang bunyi kenong, saron kendang dan gambang serta suara gong pada setiap penutup irama.

Tidak ada kejelasan tentang sejarah munculnya gamelan. Perkembangan musik gamelan diperkirakan sejak kemunculan kentongan, rebab, tepukan ke mulut, gesekan pada tali atau bambu tipis hingga dikenalnya alat musik dari logam. Perkembangan selanjutnya setelah dinamai gamelan, musik ini dipakai untuk mengiringi pagelaran wayang, dan tarian. Barulah pada beberapa waktu sesudahnya berdiri sebagai musik sendiri dan dilengkapi dengan suara para sinden.

Seperangkat gamelan terdiri dari beberapa alat musik, diantaranya satu set alat musik serupa drum yang disebut kendang, rebab dan celempung, gambang, gong dan seruling bambu. Komponen utama yang menyusun alat-alat musik gamelan adalah bambu, logam, dan kayu. Masing-masing alat memiliki fungsi tersendiri dalam pagelaran musik gamelan, misalnya gong berperan menutup sebuah irama musik yang panjang dan memberi keseimbangan setelah sebelumnya musik dihiasi oleh irama gending.

Gamelan Jawa adalah musik dengan nada pentatonis. Satu permainan gamelan komplit terdiri dari dua putaran, yaitu slendro dan pelog. Slendro memiliki 5 nada per oktaf, yaitu 1 2 3 5 6 [C- D E+ G A] dengan perbedaan interval kecil. Pelog memiliki 7 nada per oktaf, yaitu 1 2 3 4 5 6 7 [C+ D E- F# G# A B] dengan perbedaan interval yang besar. Komposisi musik gamelan diciptakan dengan beberapa aturan, yaitu terdiri dari beberapa putaran dan pathet, dibatasi oleh satu gongan serta melodinya diciptakan dalam unit yang terdiri dari 4 nada.

Anda bisa melihat gamelan sebagai sebuah pertunjukan musik tersendiri maupun sebagai pengiring tarian atau seni pertunjukan seperti wayang kulit dan ketoprak. Sebagai sebuah pertunjukan tersendiri, musik gamelan biasanya dipadukan dengan suara para penyanyi Jawa (penyanyi pria disebut wiraswara dan penyanyi wanita disebut waranggana). Pertunjukan musik gamelan yang digelar kini bisa merupakan gamelan klasik ataupun kontemporer. Salah satu bentuk gamelan kontemporer adalah jazz-gamelan yang merupakan paduan paduan musik bernada pentatonis dan diatonis.

Salah satu tempat di Yogyakarta dimana anda bisa melihat pertunjukan gamelan adalah Kraton Yogyakarta. Pada hari Kamis pukul 10.00 – 12.00 WIB digelar gamelan sebagai sebuah pertunjukan musik tersendiri. Hari Sabtu pada waktu yang sama digelar musik gamelan sebagai pengiring wayang kulit, sementara hari Minggu pada waktu yang sama digelar musik gamelan sebagai pengiring tari tradisional Jawa. Untuk melihat pertunjukannya, anda bisa menuju Bangsal Sri Maganti. Sementara untuk melihat perangkat gamelan tua, anda bisa menuju bangsal kraton lain yang terletak lebih ke belakang.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Agustus 25, 2008 at 12:04 pm (Musik)

Musik Kontemporer dengan Musik Hymn

24 08 2008

Sekarang ini musik kristen terbagi menjadi dua. Hymn dan kontemporer. Hymn cenderung terkesan dengan suasana yang tidak bersemangat dan terkesan kolot. Hymn juga sangat didekatkan pada musik yang berat, notasinya cukup sulit dan kadang sulit dimengerti apalagi dinikmati, sehingga membentuk image bahwa hymn adalah lagu yang kuno. Sedangkan musik kristen kontemporer cenderung terkesan dengan suasana penuh semangat. Musiknya mudah dimengerti dan dinikmati, sehingga kadang kita bisa sangat terbawa dengan lagu tersebut.
Ini adalah beberapa poin yang saya dapat dari pengamatan saya akan musik kristen kontemporer. Banyak sekali sebenarnya bila dijabarkan satu-persatu, namun untuk saat ini saya hanya ingin menjabarkan poin-poin yang menurut saya penting.
1. Manja : Penilaian ini saya berikan melalui pengamatan pada lirik lagu kristen kontemporer. Banyak sekali ajaran-ajaran tentang teologi kesuksesan. Dan saya jelas sangat menentang ajaran ini. Kata-kata yang berisi teologia kesuksesan ini membentuk orang kristen menjadi orang kristen yang manja. Ini juga membuat saya sedih, kalau kita menjadi orang yang manja kapan kita bisa mandiri, apalagi menjadi teladan. Yang diajarkan lagu kristen kontemporer adalah hanya meminta tanpa ada tindakan lanjutan. Coba anda perhatikan , jarang ada lirik tentang respon terhadap Firman Allah.
2. Egois : Coba anda lihat kembali lirik-lirik pada lagu kristen kontemporer. Lagu-lagu kristen kontemporer banyak sekali yang menjadikan diri sendiri (aku) sebagai subjek pertama, sudah jarang sekali lagu kristen kontemporer yang menjadikan Tuhan sebagai subjek, dan sudah jarang juga yang menjadikan komunitas {gereja atau lagu dengan subjek kami} sebagai subjek utama. Dari pengamatan yang saya lakukan pada buku lagu kumpulan lagu-lagu kristen kontemporer, setidaknya 70% isi dari buku tersebut adalah aku sebagai subjek utamanya. Ini dikarenakan lagu kristen kontemporer banyak dibuat berdasarkan pengalaman pribadi sang pembuat lagu. Sungguh hal yang menyedihkan jika lagu-lagu dengan subjek aku ini terlalu banyak dinyanyikan dalam sebuah komunitas gereja. Sudah jelas gereja adalah komunitas, bayangkan apa yang terjadi jika gereja terlalu banyak menggunakan lagu tersebut. Menurut saya gereja akan kehilangan maknanya sebagai sebuah komunitas, karena orang-orang didalamnya sibuk memikirkan dan menikmati diri sendiri. Jadi tidak heran jika sekarang orang kristen terpecah-pecah, lihat saja dalam satu kompleks ada berapa banyak gereja, tidak adakah keinginan untuk bersatu? Lalu apa bedanya kita dengan orang lain, coba pikir out-of-the-box bagaimana orang lain melihat kekristenan yang terpecah-pecah, apa orang Kristen sudah jadi teladan kalau seperti itu?
3. Terlalu dipengaruhi oleh bisnis : Saya sungguh kecewa melihat sekarang lagu kristen merupakan sumber mata pencaharian uang. Lihat sendiri di toko-toko lagu kristen berapa banyak ’artis’ [saya tidak setuju dengan istilah ini] yang mengeluarkan albumnya hampir setiap tahun. Hal ini akan berpengaruh sangat buruk, bagaimana dapat menciptakan lagu yang baik jika setiap tahun dikejar dead-line untuk mengeluarkan album, bahkan kalau sudah ada kontrak akan lebih menyedihkan = anda mengambil uang dari Tuhan. Tidak heran jika lagu-lagu kontemporer kristen sekarang kata-katanya banyak yang mengulang, perhatikan sendiri hanya berputar-putar pada bersyukurlah, Allah yang baik, kecaplah, lihatlah, rasakan, bermazmur. Musik yang adapun tidak heran jika juga mengulang-ngulang yang sudah ada. Tidak Kreatif.

Poin ini lebih saya tujukan pada musik dari lagu kristen kontemporer. Sekarang coba saya tanya anda, apa yang anda pikirkan ketika anda mendengar lagu kristen kontemporer? Apa yang membedakannya dengan lagu biasa? Jika anda sudah menjawab apa yang anda pikirkan, sekarang saya mau mengajak anda untuk out of the box apa yang orang lain pikirkan ketika melihat lagu-lagu orang kristen sama dengan lagu biasa. Sedangkan orang kristen diibaratkan sebagai orang yang berbeda dengan yang lain. Sungguh suatu hal yang ironis dan mungkin inilah yang harusnya menjadi tantangan musisi kristen masa kini. Yang saya lihat musik kristen kontemporer tidak mengekspresikan apa-apa melalui nada. Jika saya menutup mata mendengarkan lagu kristen dan lagu kontemporer (tanpa memperhatikan lirik) saya tidak merasakan perbedaan.

Permalink 1 Komentar

WMAPlus! 1.20, Mainkan Beragam File Musik di Ponsel

Agustus 25, 2008 at 12:02 pm (Musik)

WMAPlus! 1.20, Mainkan Beragam File Musik di Ponsel

Senin, 25 Agustus 2008 | 09:13 WIB Banyak ponsel Symbian versi lama yang tidak bisa memutar file musik. Padahal saat ini, hampir semua ponsel Cina yang membanjiri pasar bisa memutar musik dengan baik. Tak usah iri. Dengan sedikit usaha, ponsel tua Anda bisa juga memutar lagu-lagu dengan format yang sekarang populer,

Aplikasi Symbian bernama WMAPlus! ini bisa memutar berbagai format lagu populer, seperti WMA alias Window Media Audio. Format musik lain juga didukung, seperti mp3, ogg, aac, mp4, m4a, amr and mid.

Ukuran file musik WMA ini cukup ramping. WMA kini makin populer sebagai file musik karena dengan ukuran lebih kecil, WMA memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan MP3 pada bitrate rendah, misalnya 64 kbps. Untuk bitrate lebih tinggi, tidak ada perbedaan nyata antara file WMA dan MP3. Artinya, Anda bisa menyimpan lagu lebih banyak di memori, dengan kualitas yang sama.

Fitur WMAPlus! lainnya cukup berguna, misalnya menu yang mudah digunakan (user friendly), playlist yang lengkap, mendukung pilihan Skin. Untuk urutan lagu, bisa diputar secara random atau berulang.

File WMA juga bisa diatur sebagai ringtone. Musik juga bisa diperkuat lewat kontrol gain dengan pilihan -24db, -18db, -12db, +6db, dan +12db. Yang lebih asyik, lagu bisa dipancarkan lewat bluetooth dan didengarkan lewat headset Bluetooth.

Inilah Caranya
1. Begitu diaktifkan, lakukan pengaturan setting lewat Options>Options>Codecs. Lewat Modify, pastikan setiap file yang muncul di menu sudah memiliki Codecs yang aktif. Dengan demikian file musik bisa diputar, yaitu file OGG, MP3, WMA, AAC, MP4, M4A, MID, dan AMR.

2. Masukkan file lagu ke ponsel, bisa di memori ponsel atau memori eksternal. Lalu pilih Options>Operations>Find new Files untuk mencari lagu. Tunggu beberapa saat, WMAPlus akan memunculkan file lagu di ponsel di mana pun file disimpan. Pilih lagu yang diinginkan dan tekan OK di tombol navigasi untuk menikmati lagu.

3. Agar mudah saat diputar, daftar lagu bisa dikelompokkan berdasar penyanyi, jenis album, atau foldernya. Ini agar dari koleksi lagu yang banyak itu, tidak perlu lagi dipilah mana lagu yang akan didengarkan saat sedang sedih, saat kerja atau saat merenung.

4. Saat memainkan lagu, urutannya bisa diatur agar diputar secara acak (random) atau diulang (repeat) untuk lagu favorit.

Nah, kumpulan lagu siap dinikmati. Geser tombol navigasi ke kanan untuk menambah volume.

INFORMASI:
Nama: WMAPlus!
Ponsel: Nokia 3230/3600/3650/3660/3620/6260/6600/6620/6630/6670/6680/6681/ 6682/7610/7650/N-Gage/N-Gage QD/N70/N72/N90, Panasonic X800/X700, Samsung SGH-D700/SGH-D710/SGH-D720/SGH-D730, Siemens SX1
Harga: 12,49 poundsterling
Download: http://wmaplus.en.softonic.com/symbian/download

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar