Agustus 25, 2008 at 1:35 pm (Concept)

Iklan

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Agustus 25, 2008 at 12:35 pm (Artikel Umum)

Virus influenza bisa bertahan hidup selama beberapa dekade dan bisa lebih lama lagi bila berada dalam danau yang beku. Virus ini sewaktu-waktu bisa muncul lagi serta menginfeksi manusia dan binatang dengan burung sebagai perantaranya. Demikian disampaikan oleh para peneliti dalam Jurnal of Virology, Selasa (28/11)

Virus yang mengalami pembekuan ini bisa menjadi sumber epidemi baru dan memakan korban setelah sekian lama tidak terdeteksi keberadaannya. Danau-danau yang menyimpan virus tersebut terdapat di sepanjang jalur migrasi burung-burung yang terbang ke Asia, Amerika Utara, Eropa, dan Afrika. “Kami menemukan RNA virus di dalam es Siberia dan sepanjang jalur utama migrasi burung air,” kata Dr Scott Rogers dari Bowling Green Universitas Ohio.

Perpindahan burung dianggap sebagai penyebar virus, sebagaimana virus flu burung H5N1 yang tersebar di Asia, melintasi Eropa dan Afrika. Saat ini lebih dari 50 negara sedang berusaha memerangi virus yang telah menginfeksi 258 orang dan menewaskan 153 orang sejak tahun 2004.

Para ahli menguatirkan virus ini bermutasi ke dalam bentuk baru yang semakin mudah menyerang manusia dan menyebabkan pandemi. Tercatat tiga kali pandemi dalam satu abad terakhir, salah satunya adalah yang terjadi tahun 1918-1919 yang memakan korban antara 40 – hingga 100 juta orang di seluruh dunia.

Pandemi ini disebabkan oleh virus H1N1, virus turunan yang masih ada dan menularkan penyakit hingga kini. Virus dalam bentuk asal telah ditemukan dalam tubuh korban yang beku di Alaska.

(ys – disadur dari Health and Science Editor/yahoo.com)

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Agustus 25, 2008 at 12:34 pm (Artikel Umum)

Korupsi sudah menjadi penyakit kronis dalam tubuh Indonesia. Banyak pihak menyadari sebab maupun akibat yang timbul akibat perilaku tidak bertanggungjawab dari segolongan elite pemimpin hingga warga negara biasa yang memiliki kesempatan melakukannya.

Setelah sekian lama reformasi berproses di Indonesia, belum terlihat upaya yang benar-benar serius untuk membebaskan Indonesia dari korupsi. Untuk mengingatkan kepada seluruh elemen bangsa Indonesia, Koalisi Penyelamatan Bangsa (Kopebang) menggelar Apel Berantas Korupsi di lapangan Monumen Nasional (Monas) bersamaan dengan peringatan Hari Pahlawan, pada 10 November 2006 lalu. Apel dihadiri berbagai tokoh nasional antara lain Hidayat Nurwahid, Sholahuddin Wahid, Syafi’i Maarif, Sholihin GP, serta berbagai organisasi masyarakat.

Dalam sambutannya berbagai tokoh tersebut mengingatkan kepada Presiden SBY memperjelas perjuangannya melawan korupsi di Indonesia. “Presiden SBY pernah berjanji akan memimpin sendiri pemberantasan korupsi. Namun sam-ai saat ini belum ada perang itu. Yang ada baru pertempuran-pertempuran sporadis, “ kata Sholahuddin Wahid.

Senada dengan Sholahuddin, Hidayat Nurwahid dalam sambutannya juga mengingatkan kepada KPK agar tidak maju mundur dalam memberantas korupsi. “Korupsi adalah akar kesengsaraan bangsa. Korupsi tidak kalah jahat dengan aksi-aksi terorisme yang kini sering terjadi. Untuk itu diperlukan adalah aksi. KPK jangan maju mundur,” ungkap Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat ini.

Nurwahid mengakui adanya kemajuan dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Namun semua hasil yang dicapai masih jauh dari harapan. Untuk itu Nurwahid juga menyerukan agar rakyat berani melapor kepada pihak berwajib apabila menemukan kasus korupsi. “Ada Undang-undang Perlindungan Saksi. Tidak usah takut. Semua tokoh yang hadir di sini juga mendukung, “ tegas Nurwahid.

Tokoh-tokoh lain seperti Syafii Maarif dan Sholihin GP yang memberikan sambutan juga menyerukan hal senada. Pada intinya mereka menagih janji pemerintah, Presiden SBY khususnya, agar lebih serius memberantas korupsi.

Acara yang dimulai pada pukul 14.00 ini berjalan lancar. Meski terik matahari menyengat, namun sekitar seribuan massa yang hadir tidak kendur semangatnya untuk meneriakkan yel-yel anti korupsi. Berbagai organisasi massa yang hadir antara lain PGRI Jawa Barat, Persatuan Pedagang Pasar, Masyarakat Nelayan, Ikatan Remaja Muhammadiyah, Perti, Maarif Institute, dan lain-lain.

Acara ditutup dengan penyerahan naskah Deklarasi Anti Korupsi oleh Hariadi Darmawan dari perwakilan Kopebang kepada Hidayat Nurwahid. (ys)

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Agustus 25, 2008 at 12:33 pm (Artikel Umum)

Mudik gratis yang diselenggarakan berbagai perusahaan akan dimulai hari Rabu (18/10) ini. PT Sido Muncul misalnya, mengerahkan 250 bus untuk memberangkatkan 12.500 orang, sedang PT Gudang Garam menyewa 180 bus, dan Bank BNI ‘46 memberangkatkan 100 bus untuk mudik para karyawannya. Beberapa perusahaan lainnya juga tidak ketinggalan menyediakan fasilitas gratis ini, sebagian buat karyawan perusahaan, sebagian perusahaan menyediakan untuk pelanggannya.

Untuk meramaikan acara mudik ini PT Sido Muncul mendatangakan Mbah Maridjan, juru kunci Gunung Merapi, untuk melepas para pemudik dari Arena PRJ Kemayoran. Perusahaan lain yang juga menyediakan angkutan mudik gratis antara lain: PT Gudang Garam, PT Bentoel, PT Indofood, PT Nikomas. Tidak kurang dari 753 armada disewa oleh perusahaan-perusahaa ini.

Perusahaan penyedia armada antara lain Hiba Utama, Mayasari Bhakti, Perum Damri dan beberapa perusahaan otobus lain. Daerah tujuan mudik gratis kebanyakan merupakan kota-kota di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Lampung. (ys – disadur dari KompasCyber/Warta Kota)

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Agustus 25, 2008 at 12:32 pm (Artikel Umum)

Ajakan untuk memelihara lingkungan dengan menanam pohon banyak kini semakin banyak dilakukan oleh berbagai pihak. Salah satunya adalah yang dilakukan oleh Ujung Kulon Conservation Society (UCS) dalam konferensi pers mengenai peluncuran program “Ayo Tanam Sejuta Pohon” di Planet Hollywood Jakarta, Jumat (13/10).

Tujuan dari program ini adalah menciptakan suatu sistem yang memberdayakan masyarakat, pengusaha, dan Taman Nasional Ujung Kulon dalam menjaga kelestarian dan keseimbangan antara manusia dengan alam.

“Kami berharap adanya kesadaran dari diri pribadi bukan hanya mengharap pada pemerintah tentang pentingnya penanaman pohon. Pentingnya lagi, di sana ada warisan dunia yang begitu berharga, yakni Badak bercula satu yang kini hanya tinggal 60 ekor saja di dunia,” ujar Budi Hartono, Vice President Community Develeopment UCS

Dalam kesempatan itu dikemukakan pentingnya menanam pohon karena sebuah pohon saja bisa menghasilkan satu kilogram oksigen per hari. Jumlah ini bisa memenuhi kebutuhan oksigen dua orang setiap hari.

Tidak hanya menekankan pentingnya menanam pohon, lembaga swadaya masyarakat yang digagas oleh Marzuki Usman dan Christian Pb Halim ini juga turut mengajak masyarakat, lembaga atau badan perusahaan untuk berpartisipasi bersama untuk mewujudkan “Keep Indonesia Green”.

“Saya sangat setuju dengan slogan dari UCS ”No Forest-No Future.” Penting untuk diperhatikan oleh generasi sekarang, karena tidak ada masa depan jika tidak ada hutan” komentar Agum Gumelar yang turut hadir sebagai anggota kehormatan UCS.

Selain dihadiri Agum Gumelar, nampak hadir Marissa Haque yang datang sebagai duta dari World Wide Fun (WWF). (Ijul)

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Agustus 25, 2008 at 12:19 pm (Sport)

Olahraga sama, pakaian beda

Posted by dirgahayu on August 24, 2008

Selama olimpiade berlangsung, aku sering mengikuti liputannya di teve. Tapi ada hal yang sejak dulu tak pernah aku habis pikir.

Sama-sama melakukan gerakan dan teknik yang sama, kenapa di beberapa cabang olahraga pakaian atlit putri beda dengan atlit putra?

Ambil contoh di cabang olahraga atletik.
Atlit putri selalu berpakaian lebih minim dibanding atlit putra. Sebagian (besar) atlit putri bertanding dengan perut dan pusar terpampang dan celana pendek mepet ke pangkal paha. Sementara atlit putra tak pernah memamerkan pusar dan ujung bawah celana justru mendekati lutut. Padahal aturan olahraga, baik putra atau putri, tidak berbeda. Sama-sama lari 100m, 200m, dst. Sama-sama lompat tinggi, lompat jauh, lompat galah, dsb. Sama-sama lempar lembing, lempar martil, tolak peluru dsb.

Namun, selalu saja ada perkecualian. Seorang atlit muslim putri Bahrain Roqaya Al-Gassra tetap tertutup rapat seluruh tubuhnya, meski secara ketat karena alasan aerodinamika.

Demikian juga di banyak (tak semua) cabang olahraga lain. Yang paling kontras, menurutku adalah di cabang olahraga voli pantai. Ketika para atlit putra berpakaian gombrong, baik kaos ataupun celana mereka; atlit putri… ehm, silakan lihat sendiri 🙂

Yang terbalik malah di cabang olahraga renang. Dulu pakaian perenang putra dan putri sangat berbeda. Kini, dengan berbagai alasan ilmiah (gaya gesek, berat, daya serap air dsb), pakaian mereka boleh dibilang tak beda lagi.

Jawabannya mungkin ada di sini.
Penonton tak cuma ingin lihat atlit putri berprestasi, tetapi juga rincian lekuk tubuh si atlit. Dan ini yang menyatakan adalah seorang petinggi badan olahraga tingkat internasional: wakil presiden Federasi Tenis Meja Internasional. Lagi-lagi, tubuh perempuan harus jadi objek keliaran mata (penonton) laki-laki 😦

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Agustus 25, 2008 at 12:18 pm (Sport)

Satu Hati Cerdaskan Bangsa
Olahraga Santai Sembari Beramal

suarasurabaya.net| Satu Hati Cerdaskan Bangsa, menggugah kepedulian dengan kegiatan olahraga. Setelah sebelumnya diadakan di Jakarta dan Yogyakarta, kini giliran masyarakat Surabaya diajak untuk peduli dengan dunia pendidikan.

Sejak pukul 06.30 WIB, ribuan masyarakat Surabaya berkumpul di Taman Surya untuk melakukan fun bike dan fun walk. Meski jarak yang ditempuh cukup jauh, namun mereka tetap bersemangat.

Usai berolahraga santai, masyarakat pun diajak untuk mendonasikan uangnya sebesar Rp. 5000 untuk pendidikan anak-anak Indonesia melalui Yayasan Kick Andy. Tidak hanya itu, uang yang mereka sumbangkan akan ditukar dengan sebuah kupon yang akan diundi selama acara berlangsung. Bagi yang beruntung, akan mendapat hadiah menarik, DVD player, juicer, handphone, dan lainnya.

Semua biaya yang diberikan masyarakat di acara ini akan disumbangkan untuk pendidikan anak Indonesia. Donasi akan ditujukan bagi anak-anak Indonesia yang putus sekolah karena kekurangan biaya, penyediaan fasilitas dan sarana sekolah, serta memperbaiki kualitas sekolah yang rusak.

“Kalau bangsa kita mau maju, cerdas, nggak ada yang lain lagi selain pendidikan,” demikian yang disampaikan PRAYUGO GUNAWAN Sales Marketing Director PT. Amerta Otsuka yang merupakan panitia penyelenggara pada suarasurabaya.net, Minggu (24/08).

Satu Hati melibatkan masyarakat dengan mengajak mereka berolahraga fun bike dan fun walk. Dua olahraga ini, kata PRAYUGO merupakan kegiatan yang digemari keluarga dan masyarakat sehingga menjadi satu cara untuk mengumpulkan massa.

Menurut PRAYUGO, masyarakat Surabaya memiliki sifat yang responsif. “Umumnya, gampang banget untuk dimintai bantuan,” ujarnya. Terbukti, meski beberapa acara digelar bersamaan di Surabaya, respon masyarakat untuk hadir memeriahkan Satu Hati cukup besar. PRAYUGO memperkirakan 2000 lebih masyarakat berkumpul di Taman Surya.

Acara yang berlangsung hingga pukul 17.00 WIB ini juga dimeriahkan dengan bazaar buku murah, kids zone, food court, dan panggung hiburan yang menampilkan beberapa band dan kreativitas anak sekolah. Pukul 13.00 WIB nanti, masyarakat juga berkesempatan menyaksikan langsung ANDY F. NOYA di Kick Andy Off Air yang menghadirkan ANDREA HIRATA sebagai bintang tamu.(git/ipg)

Teks Foto:
1. Peserta fun walk dan fun bike Satu Hati (berkaos putih dan bertopi biru) berbaur dengan peserta fun bike Pemprop Jatim yang memang digelar bersamaan
2. Satu diantara pengunjung yang ingin memberikan donasi untuk pendidikan anak Indonesia
Foto: GITA suarasurabaya.net

kirim berita

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Pesta Olahraga Dunia Terbesar Berakhir

Agustus 25, 2008 at 12:14 pm (Sport)

Senin, 25 Agustus 2008 | 02:17 WIB

Beijing, Kompas – Olimpiade Beijing 2008, olimpiade terbesar dalam sejarah, Minggu (24/8), berakhir. ”Ini benar-benar olimpiade yang luar biasa,” kata Jacques Rogge, Presiden Komite Olimpiade Internasional atau IOC, yang secara resmi menutup pesta olahraga dunia tersebut di Stadion Sarang Burung, Beijing.

Seusai menghadiri upacara penutupan di Beijing, kemarin, Wakil Presiden Jusuf Kalla berkomentar serupa. ”Hanya satu kata, luar biasa. Hampir semua kepala negara yang saya temui mengatakan komentar yang sama. Ini merupakan olimpiade terbesar dan termegah sepanjang sejarah pelaksanaannya,” katanya.

Dengan upacara yang lebih sederhana ketimbang saat pembukaan, upacara penutupan Olimpiade Beijing ditandai oleh penyerahan bendera olimpiade dari Wali Kota Beijing Guo Jinlong melalui Presiden IOC Jacques Rogge kepada Wali Kota London Boris Johnson. London akan menjadi tuan rumah olimpiade berikutnya, tahun 2012.

Waktu hitung mundur untuk Olimpiade London 2012 dimulai bersamaan dengan tendangan bola pesepak bola Inggris, David Beckham, dari atas bus beratap terbuka yang jatuh kepada sukarelawan. Di atas bus itu juga penyanyi Inggris, Leona Lewis, unjuk olah vokal diiringi lengkingan gitar personel Led Zeppelin, Jimmy Page, yang menampilkan lagu Whole Lotta Love.

Dalam segmen acara berdurasi 8 menit itu, lagu kebangsaan Inggris God Save The Queen dikumandangkan sekelompok paduan suara. Pada saat bersamaan di London, sekitar 40.000 warga—termasuk mahabintang renang Amerika Serikat, Michael Phelps—berkumpul di mal dekat Istana Buckingham, merayakan momen penyerahan bendera olimpiade lewat layar raksasa.

Acara di London bertema ”Pesta seperti pada Tahun 2012” itu juga dimeriahkan atraksi pesawat tempur AU Inggris, Red Arrows, yang melintasi angkasa London. London menyiapkan dana 9,3 miliar poundsterling (Rp 156,6 triliun) untuk Olimpiade 2012, kurang dari separuh dana Olimpiade 2008 yang 43 miliar dollar AS (Rp 387 triliun).

China juara umum

Pada olimpiade kali ini China menjadi juara umum dengan 51 emas, 21 perak, dan 28 perunggu. Negara adidaya Amerika Serikat, yang biasanya juara umum, tergusur ke urutan kedua (36-38-36). Rusia melengkapi posisi tiga besar (23-21-28), sedangkan Inggris di peringkat keempat (19-13-15). Indonesia yang berpenduduk 200 juta lebih di posisi ke-42 (1-1-3). Indonesia mengirimkan 24 atlet untuk tujuh cabang olahraga. (AFP/REUTERS/SAM/inu/ TOMY TRINUGROHO dari Beijing)

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Agustus 25, 2008 at 12:13 pm (Sport)

Futsal @ Kick Sport

Selasa malam lalu kami berlatih futsal lagi. Kali ini kami berlatih di Kick Sport yang berlokasi di depan kantor kami (gedung Cyber, Kuningan Barat, Jakarta). Kami kebagian jatah jam 21:00. Ya, malam hari! Setelah kami pun masih ada tim lain yang main. Busyet dah.

AT pun main futsal!

Siap-siap…

Berpose sebelum masuk ke lapangan (dan terkapar karena kecapekan)…

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Agustus 25, 2008 at 12:09 pm (Musik)

Menyimak Musik Caranya?

Posted by mikebm in Art, Music, Opinion.
Tags: ,
trackback

Sudah cukup lama blog ini mengulas musik dalam keseriusannya, berkutat dalam dunianya sendiri, sekarang mari kita coba mengupas bagaimana cara yang paling enak dalam menyimak sebuah karya musik secara langsung atau live. Sebuah pertanyaan mendasar namun tidak pernah mudah dilakukan.

Menyimak musik adalah suatu kegiatan yang sepertinya remeh, tapi untuk mendapatkan suatu hasil yang optimal kegiatan remeh pun harus dilakukan sungguh-sungguh.

Segala hal yang dilakukan sungguh-sungguh harus bermula dari sebuah persiapan. Karenanya menyimak juga membutuhkan kesiapan baik fisik, mental maupun intelektual yang baik dan sesuai.

Untuk menyimak musik jelas kesiapan fisik harus diperjuangkan, apalagi menyimak secara langsung. Adalah baik apabila Anda dalam keadaan sehat ketika ingin menyimak dan mendengarkan musik. Adalah sangat sulit berkonsentrasi apabila Anda terserang kantuk ataupun sakit kepala, selain kesiapan indera auditorik Anda. Karenanya persiapkan kondisi tubuh sebaiknya.

Pastikan juga mental Anda siap menerima hantaman musik. Jangan sampai mental Anda yang kalah karena secara psikis Anda tidak kuat menerima eksposur musik selama beberapa waktu.

Supaya Anda dapat mencapai kesiapan mental tersebut, kesiapan intelektual juga sangat dibutuhkan. Hal yang dapat dilakukan untuk memuaskan sisi intelektual Anda adalah dengan meriset musik yang akan Anda nikmati.

Googlelah musik yang akan Anda dengar, cari tahu siapa komposernya, latar belakang karyanya, dan hubungannya dengan fase hidup si komposer itu ataupun era masyarakat ketika itu. Bahkan penampil pun bisa Anda ketahui seluk-beluknya melalui mesin ini.

Apabila Anda mendapat kesempatan untuk menengok partitur dari karya ini, tengoklah barang sesaat. Anda akan mengetahui secara lebih mendetail apa yang disampaikan komposer melalui simbol-simbol di atas kertas yang mereka tulis.

Lagi-lagi internet memudahkan akses kita pada rekaman audio maupun video dari suatu karya. Akseslah, dan kalau bisa lebih dari satu buah. Cara ini akan memperkaya gambaran dan pengertian Anda terhadap cara maupun pendekatan banyak orang akan suatu karya. Pelajari sebisa mungkin dan dari sana bekali intelektualitas dan mental Anda akan karya yang akan dipersembahkan.

Ya, ini yang mungkin cukup mengagetkan, ketika Anda memasuki ruang pagelaran, lupakanlah semua yang sudah Anda pelajari dan ketahui tersebut. Bawalah masuk hati dan telinga Anda saja. Sedapat mungkin taruhlah beban intelektual dan ekspektasi Anda di depan pintu. Mengapa?

Karena untuk menyimak musik, Anda harus merasakan setiap getar yang ada. Intelektual dan ekspektasi kita minimalkan untuk memaksimalkan indera kita untuk menerima ungkapan yang akan mereka sampaikan melalui nada-nada. Anda hidup untuk saat ini, nikmatilah.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa distorsi dari interpretasi sebelumnya yang telah Anda temui tidak terlalu besar, walaupun tidak akan 100% hilang. Demikian Anda bukannya merasa aneh atau gusar ketika mendengar ada approach yang berbeda untuk suatu bagian, tapi Anda akan menggali diri sendiri, mengapa ia melakukan itu dan saya merasakan ini. Masuk akalkah dia memilih untuk memakai pendekatan itu?

Tapi selalu pastikan bahwa Anda tidak terlalu banyak menerawang sehingga melupakan apa yang sedang terjadi. Seringkali kita terlalu sibuk menerawang sampai melewatkan begitu saja momen indah yang terjadi.

Namun yang pasti, bukalah hati. Rasakan setiap denyut suara yang masuk ke dalam tubuh Anda. Nikmati setiap saatnya. Anda hidup pada saat itu, biarkan hati Anda nikmati setiap detiknya. Biarkan hati mendapatkan suasana baru dari alunan suara yang ada.

Seperti ketika Anda ingin memakan dan menikmati ikan bakar. Anda sudah mencari tahu persoalan ikan, ikan hidup di air, punya sisik, dagingnya putih. Bagaimana cara membakar dan bumbu apa saja yang dipakai untuk memasak ikan itu. Tapi untuk merasakan ikan bakar tersebut, Anda harus melupakan latar belakang ikan tersebut dan mulai mencicipinya, hanya dari sanalah Anda tahu rasa ikan bakar tersebut.

sumber : http://www.samuelchristiantjahyadi.co.nr/

Permalink 1 Komentar

Next page »